AKUNTANSI DASAR UNTUK PEMULA

AKUNTANSI DASAR UNTUK PEMULA

 

 

Akuntansi merupakan disiplin ilmu dasar yang dapat diterapkan di berbagai pekerjaan. Setiap kegiatan kita memerlukan ilmu akuntansi baik dalam berkegiatan perorangan maupun dalam korporasi. Pada dasarnya, Akuntansi mempelajari tentang pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi keuangan yang akan diberikan kepada pihak terkait baik pribadi, investor atau pemilik usaha.

Sebagai seorang pemilik perusahaan, memahami akuntansi dasar merupakan hal yang dapat membantu Anda untuk mengontrol kondisi perusahaan Anda. Dengan memahami akuntansi dasar, pemilik perusahaan maupun pemilik usaha UKM pasti lebih cermat dalam menjalankan usahanya. Karena perhitungan akuntansi dapat melihat kondisi performa perusahaan dan memprediksi langkah perusahaan kedepan. Bahkan jika Anda bukan pemilik perusahaan ataupun UKM, memahami akuntansi dasar juga akan membantu Anda untuk mengatur keuangan Anda.

Jurnal software akuntansi UKM

Pada dasarnya, belajar akuntansi dasar membuka Anda untuk mempelajari ilmu keuangan lainnya. Guna memahami akuntansi lebih lanjut, berikut tips bagaimana mempelajari akuntansi dasar untuk pemula.

Table of Contents

1 Memahami Apa itu Akuntansi

2 Proses dalam Akuntansi

2.1 Pencatatan

2.2 Meringkas dan Mengklasifikasi

2.3 Pelaporan

2.4 Menganalisis

3 Memahami Dasar Akuntansi

4 Nama dan Nomor Akun Beserta Saldo Normalnya

5 Memahami Siklus Akuntansi

Memahami Apa itu Akuntansi

Untuk bisa mempelajari suatu ilmu, tentu saja kita harus memahami pengertian dan maksud dari ilmu tersebut. Termasuk juga dalam ilmu akuntansi. Sangat penting diketahui dan dipahami apa itu akuntansi. Secara umum, akuntansi berarti suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang berkepentingan dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Proses dalam Akuntansi

Seperti yang Anda ketahui pada poin sebelumnya bahwa akuntansi adalah proses kompleks pada keuangan yang terjadi pada bisnis atau organisasi.  Adapun proses dalam akuntansi terdiri dari;

Pencatatan

Pencatatan adalah proses penting dalam kegiatan akuntansi. Dikatakan penting karena pencatatan merupakan kegiatan dokumentasi atau mencatat transaksi pada satu periode tertentu. Proses pencatatan juga lebih dikenal dengan proses pembukuan karena meliputi proses menganalisis transaksi dan memasukannya sebagai catatan.

Pada akuntansi sendiri, pembukan biasanya terdiri dari banyak jenis sesuai kebutuhan dan kepentingan pencatatan yang lebih rinci.

Meringkas dan Mengklasifikasi

Biasanya dalam pencatatan transaksi, data yang disajikan masih berupa data mentah. Di sinilah tugas seorang akuntan untuk meringkas dan mengklasifikasi data kedalam beberapa kategori dan menerjemahkan data tersebut menjadi data penting yang dapat dijadikan bahan pertimbangan.

Pelaporan

Seorang akuntan juga harus menyajikan data proses akuntansi dan segala transaksi ke dalam laporan keuangan yang akan diserahkan kepada pihak manajemen untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan diserahkan tiap bulan, kuartal bulan, atau tahunan.

Menganalisis

Setelah melakukan pembukuan, klasifikasi, dan juga menyusun laporan keuangan, seorang akuntan juga harus menganalisis proses akuntansi.

Seorang akuntan akan melakukan analisis berdasarkan perbandingan laba, penjualan, ekuitas, dan sebagainya untuk menentukan dan menganalisis kinerja organisasi atau perusahaan dan juga sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan strategis perusahaan.

 

Memahami Dasar Akuntansi

Poin-poin penting akuntansi terangkum dalam dasar-dasar akuntansi, dan hal ini harus benar-benar dipahami di luar kepala agar bisa menjadi akuntan yang handal. Dasar-dasar akuntansi meliputi konsep debit-kredit, penjurnalan, pemostingan jurnal ke buku besar, membuat neraca saldo atau neraca percobaan, dan menyajikan laporan-laporan keuangan.

Selain itu, Anda juga perlu memahami persamaan dasar akuntansi. Pengertian persamaan dasar akuntansi adalah hubungan antara harta, utang, dan modal yang dimiliki perusahaan. Tujuan persamaan dasar akuntansi adalah sebagai dasar pencatatan pada sistem akuntansi yang artinya setiap kali terjadi transkasi harus dicatat dalam dua aspek yaitu sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva).

Persamaan dasar akuntansi adalah keseimbangan antara sisi aktiva dan dengan sisi pasiva. Jika perubahan muncul akibat kejadian transaksi keuangan, maka keseimbangannya juga harus selalu dipertahankan. Hal ini merupakan dasar untuk bisa mengerjakan akuntansi seperti mencatat jurnal hingga penyajian laporan keuangan.

Untuk mempermudah Anda dalam mempelajari akuntansi, Anda harus memahami konsep ALOE.  Dengan menggunakan konsep ALOE Anda akan lebih mudah mempelajari konsep dasar akuntansi. Berikut penjelasan dari ALOE.

A = Assets (aset)

L = Liabilitias (kewajiban)

O E = Owner's Equity (ekuitas pemilik/modal usaha)

Berikut persamaan dasar akuntansi yang berlaku berdasarkan konsep ALOE, tadi:

Aset (aktiva) = Kewajiban (pasiva) + Modal (pasiva)

Aset sendiri merupakan aktiva dimana sebagai sumber ekonomi yang memiliki nilai guna bagi organisasi atau perusahaan. Sedangkan kewajiban itu terdiri dari hutang yang merupakan pasiva. Selain itu ada ekuitas pemilik usaha atau modal usaha dengan selisih kewajiban pemilik usaha di masa depan.

Nama dan Nomor Akun Beserta Saldo Normalnya

Sebelum mempelajari lebih lanjut, seorang akuntan harus memahami pengertian akun terlebih dahulu. akun merupakan elemen penting dalam pencatatan. Akun sendiri berfungsi sebagai formulir untuk mencatat transaksi sejenis dan dapat merubah komposisi harta, kewajiban, dan juga modal usaha sehingga memudahkan seorang akuntan dalam menyusun laporan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, Akun memiliki dua jenis;

  • Akun riil: akun yang dicatat pada neraca meliputi harta (asset), kewaijban, dan juga modal;
  • Akun nominal: akun yang dicatat pada laporan laba/rugi yang meliputi pendapatan dan beban.

Masing-masing nama akun memiliki nomor akun beserta saldo normalnya. Pada nama akun biasanya diikuti dengan nomor akun dan juga saldo normal. Saldo normal adalah saldo yang menempatkan sebuah akun berada di posisi debit atau kredit. Akun-akun yang wajib dihapal adalah sebagai berikut.

Nama Akun

Nomor Awalan Akun

Saldo Normal

Aset

1

Debit

Utang

2

Kredit

Modal

3

Kredit

Pendapatan

4

Kredit

Biaya atau Beban

5

Debit

Nomor-nomor akun di atas akan berkembang menyesuaikan dengan jenis transaksi dan kebutuhan perusahaan. Misalnya akun ‘Kas’ yang merupakan bagian dari aset, perusahaan A memberi nomor akun ‘101’, atau akun ‘Pendapatan Sewa’, perusahaan B menetapkan ‘405’ sebagai nomor akun pendapatan tersebut. Pada umumnya nomor akun tersebut dibagi seperti berikut:

  • Akun Aset umumnya bernomor akun 100 hingga 199.
  • Akun Utang umumnya bernomor akun 200 hingga 299.
  • Akun Modal umumnya bernomor akun 300 hingga 399.
  • Akun Pendapatan umumnya bernomor akun 400 hingga 499.
  • Akun Biaya atau Beban umumnya bernomor akun 500 hingga 599.

Setelah memahami nama akun dan penomorannya, Anda pasti bertanya-tanya apa itu elemen-elemen yang berada pada nama akun seperti aset, utang, modal, pendapatan, atau biaya. untuk memahaminya berikut penjabaran dari masing-masing nama aset.

  • harta/aktiva atau asset dapat diartikan sebagai segala sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau organisasi yang berguna (ekonomis) di masa kini dan masa datang.
  • Utang memiliki arti sebagai tuntutan atau hal yang harus dibayarkan kepada pihak lain pada jangka waktu tertentu.
  • Modal adalah hak kekayaan dari perseorangan sebagai pemilik usaha atau organisasi antara selisih harta/aktiva dengan kewajiban.
  • Pendapatan adalah penambahan jumlah harta/aktiva karena hasil produksi dari keuntungan bruto (pendapatan kotor).
  • Beban dapat diartikan sebagai biaya. adanya beban terjadi karena adanya biaya guna menunjang perolehan pendapatan.

 

Memahami Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk bisa menghasilkan informasi akuntansi berupa laporan keuangan yang benar dan sistematis. Siklus akuntansi memiliki pengertian sebagai proses penyusunan laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan dan dapat diterima. Siklus akuntansi ini mencakup 3 kelompok tahapan yaitu,

  • Pencatatan dan Penggolongan
  • Pembuatan Ikhtisar Laporan Keuangan
  • Pembuatan dan Penyajian Laporan Keuangan

Akuntansi dasar sangat membantu para pemilik usaha baik perusahaan maupun UKM. Hal-hal diatas merupakan beberapa bagian-bagian dari akuntansi yang jika Anda pahami maka Anda akan lebih mudah memahami akuntansi dasar. Tentu saja ada beberapa hitungan dan rumus,tetapi hal tersebut bisa dipelajari lebih lanjut.

 

Sebenarnya, memahami akuntansi dasar bagi pemula tidaklah sulit seperti yang selama ini dibayangkan. Apalagi, saat ini banyak sekali software akuntansi yang tersedia untuk memudahkan dalam menjalankan proses akuntansi. Salah satunya yaitu Jurnal by Mekari. Jurnal adalah aplikasi akuntansi yang dapat membantu Anda dalam menjalankan proses akuntansi dengan mudah, cepat, akurat, dan nyaman. Anda dapat membuat pembukuan, jurnal, hingga laporan keuangan di mana pun dan kapan pun dengan Jurnal.

 

 

 

jurnal.id

Jangan mau ketinggalan zaman manfaatkan teknologi yang ada untuk masa depan yang lebih cerah. Ayo download aplikasinya sekarang juga. Klik Link dibawah ini yaa. 

images
Nah, setelah membaca semua tips yang kami berikan di atas, bagaimana menurut kalian? Mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan dishare ke teman-temannya jika ini bermanfaat.
By Admin
10 Des 2020