GABUNGAN KATA DALAM BAHASA JEPANG

GABUNGAN KATA DALAM BAHASA JEPANG

 

Sekarang tiba saatnya kita belajar pada bab memahami struktur bahasa Jepang hingga dapat
menyusun kata demi kata. Kemudian membentuknya menjadi sebuah kalimat yang utuh. Jika
kita telah memahami struktur kalimatnya maka belajar pola tata bahasa apapun akan terasa lebih
mudah.
Dalam bab ini kita akan belajar bagaimana cara membentuk gabungan kata (frasa, klausa dan
sebagainya). Sebelumnya, kita telah mempelajari tentang kelas kata dan konjugasi, kita juga
telah belajar tentang fungsi-fungsi partikel dan kini tiba saatnya untuk mengaplikasikan dan
menyatukan semua materi yang telah kita pelajari dalam materi-materi sebelumnya.
Dalam gabungan kata, bahasa Jepang menganut sistem MD (menerangkan diterangkan)
kebalikan dari bahasa Indonesia yang menganut sistem DM (diterangkan menerangkan). Jadi,
saat membentuk frasa nomina, kata bendanya harus berada di belakang.

Kata benda + Kata benda
Untuk menghubungkan antara dua kata benda, kita membutuhkan partikel 「の」 . Misalnya
「私の本 : Watashi no hon : buku saya」 watashi berarti saya dan hon berarti buku. Perhatikan,
letak katanya terbalik jika dibandingkan dengan letak kata dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
日本語の先生
Nihongo no sensei
Guru bahasa Jepang
日本の文化
Nihon no bunka
Budaya Jepang
日本人の田中さん
Nihonjin no Tanaka-san
Tanaka-san, orang Jepang
私の日本語の本
Watashi no nihongo no hon
Buku bahasa Jepang saya
Catatan: kita bisa menggabungkan lebih dari dua kata benda seperti pada contoh terakhir. Kata
yang diterangkan selalu terletak di akhir kata yang menerangkan. Kemudian partikel 「の」
digunakan untuk menyatukan keduanya.
Penggunaan partikel 「の」 di sini terkadang bisa dibuang seperti pada 「日本の文化 : nihon
no bunka : budaya Jepang」 pada kalimat itu partikel 「の」 dapat dibuang dan kalimatnya
menjadi 「日本文化 : nihon bunka」 . Meskipun tanpa partikel 「の」 maknanya sudah dapat

dipahami. Namun jika partikel 「の」 yang memiliki makna kepunyaan maka tidak bisa
dibuang seperti kalimat 「私の本 : watashi no hon : buku saya」. Partikel 「の」 pada kalimat
itu tidak bisa dibuang.
Contoh:
私の本
Watashi no hon
Buku (milik) saya
青目のてちょう
Aome no techou
Buku catatan (milik) Aome
Atau gabungan antar kata lainya. Kata benda pertama berfungsi menerangkan kata benda
selanjutnya.
Contoh:
日本人の田中さん
Nihonjin no Tanaka-san
Tanaka-san yang merupakan orang Jepang
日本の東京で
Nihon no toukyou de
Di Tokyo, Jepang
トヨサの高橋です
Toyosa no Takahashi desu
Takahashi dari (perusahaan) Toyosa
Catatan: pada gabungan kata di atas, partikel 「の」 tidak dapat dibuang karena jika dibuang
akan sulit untuk memahami maknanya.
Kata Keterangan + Kata Benda
Untuk menggabungkan kata keterangan dengan kata benda juga menggunakan partikel「の」
karena sejatinya kata keterangan juga termasuk kata benda.
Contoh:
昨日のレッスン
Kinou no ressun
Pelajaran yang kemarin
明日のしあい
Ashita no shiai
Pertandingan besok
今年のしけん
Kotoshi no shiken
Ujian tahun ini

Kata Sifat + Kata Benda
Untuk mengetahui aturan penggabungan kata sifat + kata benda sebelumnya kita harus tahu
perbedaan antara kata sifat-na dan kata sifat-i.
Kata Sifat-na + Kata Benda
Untuk menggabungkan kata sifat-na dengan kata benda maka harus membutuhkan 「な」yang
diletakkan di antara kata sifat-na dan kata benda.
Contoh:
とくべつなじゅぎょう
Tokubetsu na jugyou
Pelajaran yang spesial/khusus
有名なかしゅ
Yuumei na kashu
Penyanyi yang terkenal
きれいな女
Kirei na onna
Wanita yang cantik
親切ではない男
Shinsetsu de wa nai otoko
Laki-laki yang tidak ramah
Catatan: kata sifat-na bentuk negatif, sifatnya sama seperti kata sifat-i jadi tidak membutuhkan
tambahan「な」, hanya bentuk positif saja yang memerlukan tambahan「な」 saat membentuk
frasa nomina.
きれいだったせかい
Kirei datta sekai
Dunia yang dulu indah
親切で、きれいな女
Shinsetsu de kirei na onna
Wanita yang cantik dan ramah
Catatan: gunakan 「で」jika ingin menyebutkan lebih dari satu kata sifat, ini adalah bentuk
sambung dari kata sifat-na yang gunanya untuk merantai kata.
Kata Sifat-i + Kata Benda
Untuk menggabungkan kata sifat-i dengan kata benda, caranya mudah, tak perlu tambahan dan
pengurangan apa-apa, langsung gabungkan saja kata sifat-i dengan kata benda.
Contoh:

赤いかばん
Akai kaban
Tas yang merah
からくないラメン
Karakunai ramen
Ramen yang tidak pedas
あまいチョコレート
Amai chokoreeto
Coklat yang manis
黒いねこ
Kuroi neko
Kucing yang (berwarna) hitam
白くて、かわいいねこ
Shirokute, kawaii neko
Kucing yang (berwarna) putih lagi lucu
やさしくて、親切で、きれいな女
Yasashikute, shinsetsu de kirei na onna
Wanita yang baik hati, ramah lagi cantik

Kata Kerja + Kata Benda
Dan terakhir adalah frasa nomina yang terbentuk dari gabungan kata kerja + kata benda, di sini
juga kita tidak perlu penambahan apapun, langsung saja gabungkan antara keduanya, kamu juga
bisa menggunakan berbagai konjugasi.
Contoh:
買ったかばん
Katta kaban
Tas yang telah dibeli
日本人のしらない日本語
Nihonjin no shiranai nihongo
Bahasa Jepang yang tidak diketahui orang Jepang
スパーで買ったリンゴ
Supaa de katta ringo
Apel yang telah dibeli di supermarket
いしゃになる学生
Isha ni naru gakusei
Murid yang akan menjadi seorang dokter
いしゃになった学生
Isha ni natta gakusei
Murid yang telah menjadi seorang dokter
いしゃにならない学生
Isha ni naranai gakusei
Murid yang tak akan menjadi dokter

Daftar Kosakata
手帳 techou buku catatan
レッスン ressun pelajaran (lesson)
明日 ashita besok
試合 shiai pertandingan
今年 kotoshi tahun ini
試験 shaken ujian
特別 tokubetsu spesial
歌手 kashu penyanyi
辛い karai pedas
甘い amai manis
猫 neko kucing
可愛い kawaii lucu, imut
食べ物 tabemono makanan
スパー supaa supermarket
林檎 ringo apel

Jangan mau ketinggalan zaman manfaatkan teknologi yang ada untuk masa depan yang lebih cerah. Ayo download aplikasinya sekarang juga. Klik Link dibawah ini yaa. 

images
Nah, setelah membaca semua tips yang kami berikan di atas, bagaimana menurut kalian? Mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan dishare ke teman-temannya jika ini bermanfaat.
By Admin
25 Okt 2020