KARAKTERISTIK BAHASA JEPANG

KARAKTERISTIK BAHASA JEPANG

 

Setiap bahasa memiliki karakteristiknya tersendiri, tak terkecuali dengan bahasa Jepang. Pada
materi ini kita akan belajar memahami bagaimana sih, karakteristik bahasa Jepang itu? Apa
perbedaannya dengan bahasa kita, bahasa Indonesia. Yuk kita pelajari bersama-sama^^.

Berbagai karakteristik Bahasa Jepang
1. Menggunakan Sistem MD (Menerangkan, diterangkan)
Bahasa Jepang menganut sistem MD kebalikan dari bahasa Indonesia saat membentuk frasa
nomina. Jadi saat gabungan kata, kata yang "diterangkan" dan "menerangkan" posisinya terbalik
dari aturan bahasa Indonesia.
Contoh:
あいのうた
Ai no uta
Lagu cinta
高いビル
Takai biru
Gedung yang tinggi
あんぜんなばしょ
Anzen na basho
Tempat yang aman
Catatan:
 Pada kalimat pertama「あい : cinta」 diletakkan di depan kata yang diterangkannya
yakni「うた : lagu」.
 Pada kalimat kedua「高
たか
い : tinggi」 diletakkan di depan kata yang diterangkannya

yakni「ビル : gedung」.
 Pada kalimat ketiga「ばしょ : tempat」 diletakkan setelah kata yang diterangkannya
yakni「あんぜん : aman」.

2. Pola Kalimat Bahasa Jepang Menggunakan Sistem SOP
Pola kalimat bahasa Jepang menggunakan sistem SOP (Subjek - Objek - Predikat) berbeda
dengan pola kalimat bahasa Indonesia yang menggunakan sistem SPO. Perbedaannya, terletak
pada objek dan predikatnya yang terbalik. Jadi untuk mengatakan kata "Saya makan apel" dalam
bahasa Jepang kita menyebutnya seperti ini "Saya (partikel wa) apel (partikel wo) makan" Terasa
aneh kah? Kalau belum terbiasa memang akan terasa aneh, tapi kalau sudah belajar cukup lama
pasti akan terbiasa dengan format kalimat bahasa Jepang.

3. Bahasa Jepang Sering Menghilangkan Subjek
Umumnya, subjek pada bahasa Jepang jarang sekali disebutkan. Terlalu sering mengucapkan
subjek dalam bahasa Jepang dianggap tidak lazim, bahkan kalau kamu terus menerus
menggunakan kata "anata (wa).." yang berarti "Anda" kepada lawan bicara, kamu akan dianggap
tidak sopan, jadi berhati-hatilah. Lazimnya, kalimat bahasa Jepang biasanya cukup dengan
menyebutkan objek dan kata kerja saja.
Contoh:
おちゃを飲みます
Ocha o nomimasu
(Saya) minum teh
学校に行きますか
Gakkou ni ikimasu ka
Apakah (kamu) pergi ke sekolah
日本語が上手ですね
Nihongo ga jouzu desu ne
Bahasa Jepang (kamu) pandai ya
Catatan: kalimat pertama sudah bisa diucapkan tanpa perlu menambahkan kata "watashi wa".
Dan kalimat kedua sudah bisa dimengerti tanpa harus menambahkan kata "anata wa". Seperti
itulah salah satu karakteristik bahasa Jepang, penggunaan subjek sangat minim.

4. Penggunaan Kata Keterangan
Setelah memahami fungsi-fungsi partikel dengan baik kamu akan menyadari bahwa susunan
kalimat dalam bahasa Jepang itu fleksibel, terkadang bisa kita saling menukarkan urutannya
tanpa mengubah makna dari kalimatnya. Kata keterangan bisa diletakkan di awal (untuk kata
keterangan waktu) atau pun di tengah kalimat setelah partikel 「は」 atau sebelum kata kerja
(untuk kata keterangan selain keterangan waktu).
Contoh:
昨日、私はともだちの家にハンバーガーを食べました
Kinou, watashi wa tomodachi no ie ni hanbaagaa o tabemashita
Kemarin, saya di rumah teman makan hamburger
私は昨日、ともだちの家にハンバーガーを食べました
Watashi wa kinou, tomodachi no ie ni hanbaagaa o tabemashita
Saya kemarin di rumah teman makan hamburger
昨日はともだちの家にハンバーガーを食べました
Kinou wa tomodachi no ie ni hanbaagaa o tabemashita
Kemarin (saya) di rumah teman makan hamburger
私はすしをぜんぶ、食べました
Watashi wa sushi o zenbu tabemashita
Saya telah memakan semua sushinya

Catatan: pada kalimat ketiga, kata 「昨日 : kinou」tidak berposisi sebagai kata keterangan,
melainkan menjadi topik kalimat yang ditandai oleh partikel 「は」.

5. Banyak Kosakata yang Memiliki Bacaan yang Sama
Kosakata bahasa Jepang kebanyakannya hanya terdiri dari satu atau dua suku kata saja. Oleh
karena itu banyak kosakata yang memiliki bunyi yang sama namun memiliki makna dan kanji
yang berbeda. Misalnya saja kata dengan pengucapan "hashi" bisa berarti jembatan, sumpit,
tangga dan sudut.
Biasanya cara membedakannya adalah dengan melihat kanjinya. Bahasa Jepang akan terasa sulit
dipahami tanpa huruf kanji. Selain dilihat dari kanjinya, biasanya suatu kata yang memiliki bunyi
yang sama dibedakan juga dari intonasinya.

6. Bahasa Jepang Tidak Memiliki Bentuk Jamak dan Perubahan Gender
pada Kata Benda
Beruntung dalam bahasa Jepang tidak ada aturan perubahan gender pada kata benda seperti
bahasa Arab atau Jerman. Dan satu lagi bahasa Jepang juga tidak memiliki bentuk jamak, kita
akan tetap mengucapkan satu kata benda saja untuk menyebutkan satu, dua atau lebih. Misalnya
kata 「本 : hon : buku」 bisa digunakan untuk menyebutkan satu buku, dua buku atau banyak
buku. Untuk menyebutkan jumlah yang lebih spesifik ditambahkan kata keterangan jumlah
seperti hitotsu (sebuah), futatsu (dua buah) atau hitungan lainnya.
7. Terdapat Bentuk Kalimat Santai dan Sopan
Bahasa Jepang memiliki beberapa tingkat kesopanan mulai dari bahasa santai yang digunakan
sehari-hari pada anggota keluarga atau teman dekat. Ada bahasa formal yang digunakan kepada
orang yang tidak kita kenal dekat sampai bahasa super formal yang biasa digunakan oleh para
pelayan toko kepada pelanggan mereka. Setiap tingkat kesopanan memiliki perbedaan yang
cukup signifikan, jadi perlu berhati-hati dalam menggunakan bahasanya, jangan sampai
tercampur antara bahasa santai dan bahasa sopan.
Pastikan kamu mempelajarinya dengan baik dan dapat membedakan mana yang merupakan
bahasa fomal dan mana yang informal, dan kamu juga harus bijak dalam menentukan kapan
menggunakan bahasa Jepang informal dan kapan menggunakan bahasa formal.
8. Hanya Terdapat Satu Huruf Konsonan Mati yakni「ん」
Dalam bahasa Jepang tidak ada huruf konsonan yang berdiri sendiri kecuali huruf 「ん」yang
memiliki 3 macam bunyi: n, m, ng. Bunyi konsonan dengan vokal u jika berada di tengah
sebelum akhir atau di akhir kalimat sering dibaca seolah-olah konsonan mati.
Contoh:
聞こえますか

Kikoemasu ka (diucapkan: kikoemas ka)
Apa kau mendengarnya
いいですよ
Ii desu yo (diucapkan: ii des yo)
Baiklah
元気です
Genki desu (diucapkan: genki des)
Saya sehat
Untuk dapat membiasakannya, kamu harus sering menonton program TV, mendengarkan lagu
dan menonton anime atau dorama berbahasa Jepang. Penulis yakin kamu akan cepat terbiasa
karena kata-kata bahasa Jepang tidak begitu sulit untuk disebutkan bagi lidah orang Indonesia.

9. Partikel Berfungsi untuk Menghubungkan antar Kata
Fungsi partikel adalah untuk menunjukkan hubungan antar kata dalam suatu kalimat,
menunjukkan maksud dari pembicara, dan juga berfungsi menambahkan berbagai arti dan
nuansa tertentu. Mengingat partikel sangat berperan untuk membentuk sebuah kalimat jadi
memahami partikel merupakan sebuah keharusan untuk dapat mengerti kalimat bahasa Jepang
sepenuhnya. Tanpa memahami partikel kita tidak akan dapat memahami makna kalimat
seutuhnya.
Itulah beberapa karakteristik bahasa Jepang, dengan memahami karakteristiknya, membantu kita
lebih mudah memahami struktur kalimatnya. Kemudian jika telah memahami struktur
kalimatnya maka belajar pola tata bahasa apa pun akan terasa lebih mudah^^)/.
Daftar kosakata
愛 ai cinta
歌 uta lagu
ビル biru gedung
場所 basho tempat
お茶 ocha teh
ハンバーガー hambaagaa hamburger

Jangan mau ketinggalan zaman manfaatkan teknologi yang ada untuk masa depan yang lebih cerah. Ayo download aplikasinya sekarang juga. Klik Link dibawah ini yaa. 

images
Nah, setelah membaca semua tips yang kami berikan di atas, bagaimana menurut kalian? Mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan dishare ke teman-temannya jika ini bermanfaat.
By Admin
25 Okt 2020