PERBEDAAN BAHASA MANDARIN KOREA, DAN JEPANG

PERBEDAAN BAHASA MANDARIN KOREA, DAN JEPANG

 

Bahasa Mandarin, Jepang dan Korea adalah tiga bahasa Asia yang paling banyak dipelajari, tapi seberapa miripkah mereka? Apakah mempelajari salah satu bahasa akan membantu dalam belajar bahasa lainnya?

Dari mana bahasa-bahasa ini berasal?

Ada banyak teori mengenai asal muasal Bahasa Korea, Jepang dan Mandarin, tapi hampir semua ahli bahasa sepakat bahwa ketiganya tidak memiliki akar sejarah yang sama, namun ketiga bahasa ini masih memiliki banyak kemiripan berkat hubungan yang terjalin selama berabad-abad lamanya.

Pelafalan

Untuk urusan pelafalan, Bahasa Jepang bisa dibilang yang paling mudah. Ia hanya memiliki lima huruf vokal sama seperti Bahasa Indonesia yaitu あ/a, い/i, う/u, え/e, dan お/o.

Bahasa Korea sedikit lebih kreatif denganㅏ(a), ㅐ(e), ㅓ(eo), ㅔ(e:), ㅗ(o), ㅚ(ue), ㅜ(u), ㅟ(ui), ㅡ(eu), dan ㅣ(i).

Bahasa Mandarin memberikan sedikit elemen yang membuat belajar bahasa lebih menyenangkan dengan nada. Penggunaan nada tidak hanya dipakai di Bahasa Mandarin tapi juga beberapa bahasa lain seperti Bahasa Thailand dan Vietnam. 

 

Di Bahasa Mandarin, bisa jadi ada kalimat yang seperti ini 石室诗士施氏,嗜狮,誓食十狮。Shí shì shī shì shī shì, shì shī, shì shí shí shī (tonton video youtube ini untuk cara membacanya). Sebuah puisi di dalam sebuah ruang batu yang memiliki marga Shi, menyukai Singa dan bersumpang untuk memakan sepuluh singa. Puisi ini ditulis oleh ahli Bahasa Mandarin untuk menunjukkan betapa sulitnya bagi mereka untuk mengganti sistem karakternya dengan alfabet. 

 

Tata Bahasa

Tata bahasa Jepang dan Korea sebetulnya mirip. Keduanya meletakkan kata kerja di akhir kalimat dan memakai partikel untuk menunjukkan fungsi masing-masing kata. Sebaliknya bahasa Mandarin memiliki struktur yang mirip dengan Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.

 

Contoh, jika ingin mengatakan “Setiap hari, saya memberi makan pisang untuk monyet yang ada di kebun binatang”.

Bahasa Jepang:

私は毎日動物園でお猿さんにバナナの餌をやっています。

watashi-wa mainichi dōbutsuen-de osarusan-ni banana-no esa-o yatteimasu.

Saya -‘wa’ setiap hari kebun binatang-di monyet-ke  pisang-‘no’ makan-‘o’ memberi.

Bahasa Korea:

나는 매일 동물원에서 원숭이에게 바나나를 먹여요.

Na-neun maeil dongmulwoen-eseo woensungi-ege banana-rul moekyoeyo.

Saya-‘neun’ setiap hari kebun binatang-di monyet-ke pisang-‘rul’ memberi makan.

Chinese:

 

我每天在动物园给猴子香蕉。

wǒ měi tiān zài dòng wù yuán gěi hóu zǐ xiāng jiāo

Saya setiap hari di kebun binatang memberi monyet pisang.

 

Penulisan

Dari kalimat di atas kalian bisa melihat bahwa Bahasa Jepang, Bahasa Korea maupun Bahasa Mandarin semuanya terlihat cukup berbeda.

Bahasa Mandarin menggunakan karakter yang masing-masing memiliki arti tersendiri dan saat dikombinasikan dapat membentuk sebuah kata baru. Misalnya kebun binatang adalah 动物园 (taman binatang). Untuk bisa membaca dengan lancar kita perlu mengetahui sekitar tiga sampai empat ribu karakter, akan tetapi jumlah karakter yang dibutuhkan untuk bisa membaca dengan lancar bisa berbeda tergantung dimana kita berada. Di Tiongkok, mereka menggunakan karakter-karakter yang disederhanakan pada awal abad 20. Sementara itu Taiwan dan Hongkong masih menggunakan karakter tradisional dalam kehidupan sehari-hari, sehingga jika kebun binatang di Tiongkok tertulis 动物园, namun di Hong Kong dan Taiwan menjadi 動物園.

 

Bahasa Korea dulu juga menggunakan karakter yang dipakai oleh bahasa Mandarin, tapi sejak beberapa abad terakhir, bahasa Korea mengembangkan alfabet sendiri yang disebut dengan Hangul pada tahun 1440-an. Mereka menyusun huruf-huruf bersama untuk membentuk suku  kata dan menggunakan spasi antar kata.

Bahasa Jepang juga menggunakan karakter yang sama dengan bahasa Mandarin, namun jika dalam bahasa Mandarin disebut dengan hanzi maka di Jepang di seput dengan kanji. Akan tetapi, setelah memakainya sekian lama, orang Jepang menyadari bahwa kanji saja tidak cukup dan merasa perlu mengembangkan kumpulan kata baru agar bisa digunakan bersama dengan kanji. Kedua kumpulan kata baru tersebut mereka berinama Hiragana ひらがな dan Katakana カタカナ.

Dalam bahasa Jepang modern, semuanya bercampur di dalam kalimat, sama seperti kalimat di atas yaitu: 私は毎日動物園でお猿さんにバナナの餌をやっています。Kata kebun binatang (動物園) ditulis dengan kanji, kata memberi  (やっています) ditulis dengan hiragana, sedangkan kata pisang/banana (バナナ) ditulis dengan katakana.

Kesopanan

Bahasa Jepang maupun bahasa Korea memiliki cara yang berbeda untuk mengucapkan kata tergantung seberapa sopan kita ingin terdengar bagi lawan bicara. Kata kerja bahkan bisa memiliki bentuk yang berbeda-beda tergantung siapa lawan bicaranya. Mari kita lihat contoh kata sederhana: makan.

Bahasa Jepang

 

Normal: 食べる taberu –> 食べます tabemasu (lebih sopan)

Respectful: 召し上がる meshiagaru –> 召し上がります meshiagarimasu (lebih sopan lagi)

Humble: 頂く itadaku –> 頂きます itadakimasu (lebih sopan – dipakai juga oleh orang Jepang sebelum makan!)

Bahasa Korea

Normal: 먹어 meogeo (tidak formal) –> 먹어요 meogeoyo (normal) –> 먹습니다 meogseumnida (formal)

Respectful: 식사해 (tidak formal) –> 식사해요 (normal) –> 식사하세요 (sopan)

Sangat sopan (saat berbicara tentang orang-orang tua): 진지 드세요 (formal)

Dan itu hanya sebagian dari tingkat kesopanan lainnya di bahasa Korea.

 

Bahasa Mandarin

Dalam bahasa Mandarin, kita bisa lupakan semua level kesopanan tadi dan menggunakan 吃 chī untuk semua situasi dengan aman. Mudah bukan?

 

https://ninhaomandarin.wordpress.com/

Jangan mau ketinggalan zaman manfaatkan teknologi yang ada untuk masa depan yang lebih cerah. Ayo download aplikasinya sekarang juga. Klik Link dibawah ini yaa. 

images
Nah, setelah membaca semua tips yang kami berikan di atas, bagaimana menurut kalian? Mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan dishare ke teman-temannya jika ini bermanfaat.
By Admin
26 Okt 2020